Namun, pelatih juga harus sadar bahwa mereka harus memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk unjuk gigi dan membuktikan kemampuan mereka. Semakin tua seorang pemain, kondisi fisik jelas berpengaruh. Terkadang pemain tua tidak mampu berduel dengan kondisi fisiknya dalam menghadapi, misalnya, menu latihan pra-musim yang berat, maupun kondisi-kondisi lainnya dan juga perubahan bentuk permainan di lapangan yang selalu berubah dari masa ke masa (lihat saja rekaman-rekaman Liga Inggris dari tahun 90an dan sekarang, dan bandingkanlah). Pelatih harus mempunyai pemain muda yang mumpuni, sehingga ketika waktunya tiba untuk mengganti pemain veteran, pelatih memiliki pilihan yang cukup untuk membangun kembali timnya.
Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk searching mengenai para pemain muda berbakat yang sekiranya mampu menjadi pemain-pemain hebat di kemudian hari, yang pada akhirnya akan membawa penyegaran dalam dunia sepakbola ini. Saya menyusun starting eleven untuk para youngster ini, dan inilah Youngster XI versi saya:
Keeper: David De Gea
De Gea mungkin menjadi kiper muda yang belum berpengalaman dan sering membuat blunder pada musim ini. Kemampuannya untuk mengantisipasi bola-bola lambung masih merupakan kelemahannya selama dia bermain di United. Tetapi cara dia membaca permainan dan cara dia menepis bola dan mengantisipasi shooting para pemain depan lawan merupakan sebuah kredit poin tersendiri dari kiper yang diplot untuk menjadi suksesor Edwin van der Saar ini.
Right Back: Gregory van der Wiel
Van der Wiel mungkin sudah tidak terlalu muda lagi ketika tulisan ini dibuat, tetapi bek kanan Ajax ini akan menjadi pemain besar setidaknya jika dia pindah ke tim yang lebih besar lagi karena potensinya sungguh sangat besar bagi pemain timnas Belanda yang pernah mendapatkan penghargaan Dutch Young Player of the Years di musim 2009-2010 ini.
Center Back 1: Mats Julian Hummels
Hummels juga mungkin sudah tidak lagi muda untuk ukuran seorang pemain, tetapi stopper Borussia Dortmund dan juga pemain timnas Jerman ini sungguh merupakan pemain yang sangat cocok untuk menjadi suksesor Arne Friedrich dan Per Mertesacker di timnas. Tipikal orang Jerman yang besar, penuh power serta tidak mudah dijatuhkan.
Center Back 2: Philip Anthony Jones
Bek Inggris ini masih mencari performa terbaiknya musim ini. Setelah bermain bagus di awal musim bersama United, Jones melembek di paruh musim. Tetapi secara khusus dia adalah calon pemain besar di kemudian hari jika dia mampu setidaknya konsisten tiap musimnya.
Left Back: Davide Santon
Newcastle sungguh beruntung mendapatkan pemain ini. Mantan pemain Internazionale ini menunjukkan bakat alaminya untuk menjadi bek sayap. Dengan usia yang masih muda sehingga bahkan Marcelo Lippi pun terketuk untuk memainkannya di timnas senior pada usia 18 tahun, saya yakin dia akan menjadi pemain hebat di kemudian hari dan menjadi rebutan tim-tim besar.
Center Midfielder 1: Christian Eriksen
Satu lagi bakat hebat yang berasal dari Denmark. Pernah menjadi pemain paling muda dalam turnamen Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pemain yang merumput bersama Ajax ini merupakan pemain yang pandai membaca permainan dan membangun serangan baik lewat tengah maupun dari sayap. Sebuah anugerah bagi klub manapun yang mendapatkannya.
Center Midfielder 2: Mario Gotze
Matthias Sammer sampai harus berkata "One of the best talent that we've ever had" mengenai pemain satu ini. Gotze adalah pemain yang akan membuat perbedaan di setiap pertandingan. Bisa bermain di tengah dan sebagai sayap kanan, para bek lawan harus berhati-hati dan waspada dengan pemain satu ini jika mereka tidak ingin kiper mereka memungut bola berkali-kali dari gawangnya.
Center Midfielder 3: Javi Martinez
Cobalah lewati orang ini dan rasakan takel-takelnya. Kapten timnas Spanyol U-21 di turnamen UEFA U-21 Championship di Denmark ini memiliki postur tubuh setinggi 191 cm yang membuatnya hebat dalam duel-duel udara. Untung saja Barcelona jarang memainkan bola-bola atas, karena tak mungkin bagi Lionel Messi untuk menang duel udara dengan orang satu ini.
Left Wing: Alex Oxlande-Chamberlain
Anda perlu bukti hebatnya orang ini? Lihatlah rekaman pertandingan Arsenal lawan MU tanggal 22 Januari di Emirates Stadium. Sampai-sampai Robin van Persie tampak tidak percaya ketika Oxlade-Chamberlain diganti oleh Andre Arshavin. Pergerakan dan tekniknya yang explosif membuat Oxlade-Chamberlain sangat sulit untuk dihentikan lawan kecuali dengan takel keras. Maka, berhati-hatilah anda dengan takel-takel anda, wahai para bek.
Right Wing: Eden Hazard
Anda pasti gila atau buta jika tidak mengagumi pemain Belgia dan Lille yang satu ini. Berteknik tinggi dan explosif serta kesukaannya untuk bermain di garis pinggir lapangan, bagi saya hanya Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang bisa menandingi teknik bermainnya saat ini. Saya tidak mau berkata banyak tentang pemain ini, search saja di Youtube, dan anda akan mengerti.
Striker: Daniel Sturridge
Jika harus memilih antara Neymar, Welbeck, dan Sturridge, bagi saya Sturridge merupakan striker muda yang terbaik untuk saat ini. Neymar belum membuktikan kemampuannya di level atas kompetisi Eropa, sedangkan permainan Welbeck masih labil. Bagi saya Sturridge mampu berbicara banyak di depan gawang bahkan jika dibandingkan dengan Drogba ataupu Torres. Berteknik tinggi, pencetak gol alami, saya yakin timnas Inggris telah menemukan the next Emile Heskey mereka.
Dan jika mereka semua bermain di satu tim? Ya, hanya Tuhan yang tahu.