Showing posts with label INFO. Show all posts
Showing posts with label INFO. Show all posts

Monday, December 30, 2024

Mengenang Cinta...

Tidak ada sesuatu yang pas untuk mendefinisikan apa itu cinta. Banyak definisi, tetapi menurut saya, tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskannya. Mungkin cinta bisa saya didefinisikan secara sederhana sebagai perasaan yang muncul karena reaksi kimiawi tubuh menyebabkan perbedaan hormonal yang berujung kepada perasaan yang semakin lama semakin menguat yang membuat perilaku seseorang menjadi berbeda dari biasanya. kondisi paling parah adalah ketika orang itu mengalami kondisi kegilaan yang didahului dengan obsesi, dan membuat orang tersebut melakukan tindakan yang tidak rasional.

Hebatnya lagi, keajaiban cinta dirayakan secara khusus. Sejak tahun 496 Masehi, ketika Paus Gelasius I menetapkan bahwa tanggal 14 Februari adalah pesta Santo Valentine, sejak saat itulah muncul tradisi untuk saling bertukar bingkisan, bunga, atau kartu ucapan untuk menunjukkan ekspresi cinta antar kekasih, atau antara anak dan orang tuanya, dan sebagainya. Hanya saja, dalam perkembangannya, momen yang sebenarnya digunakan untuk merayakan cinta kasih ini, tidak mendapatkan dukungan dari segala pihak. Di India misalnya, kelompok Hindu fundamentalis Shiv Sena akan melakukan sweeping terhadap pasangan yang kedapatan berduaan atau sekedar bergandengan tangan, dan kemudian menikahkan mereka di tempat. Di Arab Saudi, dengan anggapan bahwa hal itu adalah perayaan Kristiani, pemerintah Saudi melarang penjualan benda-benda yang melambangkan perayaan Valentine. Di Pakistan juga sama, dengan anggapan Valentine adalah "a shameful day. The people in the West are just fulfilling and satisfying their sex thirst". (en.wikipedia.org/wiki/Valentine's_Day) Valentine's Day pun dikotori oleh peristiwa pembantaian oleh anggota geng Al Capone terhadap 5 orang anggota geng Bugs Moran dan 2 non-anggota di 2122 North Clark Street, Lincoln Park, Chicago (en.wikipedia.org/wiki/Saint_Valentine's_Day_massacre). Peristiwa yang lebih dikenal sebagai Black Valentine itu merupakan peristiwa berdarah paling diingat sepanjang masa, karena bukan saja kekejaman yang terjadi di dalamnya, namun juga karena kejadiannya bertepatan dengan hari Valentine tersebut.

Cinta memang menjadi sebuah hal yang aneh untuk dibicarakan, bahkan dinyanyikan. Kebanyakan lagu-lagu yang beredar di masyarakat, baik itu lagu Indonesia maupun lagu-lagu mancanegara, semuanya berbicara mengenai cinta. Banyak juga novel-novel, karya sastra, puisi, dan sebagainya berbicara mengenai cinta. Begitu berartinya cinta dalam hidup manusia?

Mungkin saja. Mungkin tidak ada hal sekuat cinta yang bisa dialami oleh manusia. Cinta mungkin mengatasi kejahatan dan kebatilan. Lord Voldemort takluk karena cinta ibu Harry Potter melindunginya dari Kutukan Maut. Sailor Moon pun selalu berteriak lantang sebelum menghadapi lawan-lawannya,"Demi cinta dan keadilan, Sailor Moon!" Bahkan Ti Pat Kai pun selalu mengulang kata-kata yang sama,"Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir." menunjukkan bagaimana berartinya (atau dalam kasus Pat Kai, "beratnya") cinta itu jika dirasakan oleh manusia.

Kisah-kisah cinta klasik pun sebenarnya menunjukkan bahwa cinta bisa merubah jalur hidup seseorang. Taruhlah seperti yang dilakukan oleh Romeo dan Juliet. Demi cintanya, mereka rela untuk melakukan apa saja untuk bersatu. Sayang, tragedi memisahkan mereka. Jika saja Romeo tidak menenggak racun yang membuat Juliet mengakhiri hidupnya dengan menusuk dadanya dengan pisau, bisa jadi persatuan cinta keduanya akan membuat perseteruan antara Montague dan Capulet berakhir. Cinta yang terburu-buru, tidak rasional, dan penuh emosi malah akan berbalik dan menyengsarakan orang yang mengalaminya.

Banyak kejadian yang sama dengan Romeo dan Juliet. Karena perbedaan-perbedaan tertentu, cinta yang seharusnya bisa menjadi persatuan antara dua orang, malah menjadi masalah. Entah itu perbedaan kelompok, atau perbedaan agama, atau suku, atau apapun itu. Dan terkadang penyelesaiannya tidak rasional. Saya jadi teringat kisah nyata yang saya baca di Majalah Femina bertahun-tahun lalu mengenai dua orang pasangan yang menenggak racun karena tidak direstui orang tuanya. Tentu kita tidak pernah menginginkan hal yang sama terjadi, tetapi tidak ada yang pernah tahu, karena sekali lagi, cinta itu ajaib. Dia mampu memaksa manusia bertindak tidak rasional, karena manusia yang sedang dimabuk asmara, bahkan hal yang tidak rasional sekalipun mereka anggap rasional. For love, we'll do anything...

Masih banyak yang bisa dilakukan untuk mengenang cinta, termasuk dengan merayakan hari Valentine. Namun jangan lupa juga, dibalik kegembiraan cinta, mengintai dari sudut gelap, kesakitan dan ketakutan, kegalauan dan kegundahan. Seperti kata pepatah: Cinta adalah perangkap, ketika ia datang kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya....

Selamat Valentine bagi Anda yang merayakannya.

Saturday, April 7, 2012

Youngster XI

Tahun 2011-2012 ini mungkin merupakan musim yang mengharu-biru dalam dunia pesepakbolaan. Mulai dari pesta-pesta gol di Liga Premier Inggris, persaingan tiada habisnya antara Madrid-Barcelona, dan terdepaknya banyak tim-tim unggulan dari kancah Liga Champions, ada sebuah fenomena menarik mengenai para pemain senior di tubuh sebuah klub. Kita seringkali melihat bahwa pemain-pemain besar kadangkala menjadi terlalu vital untuk digantikan. Lihat saja bagaimana vitalnya Xavi di Barcelona, sehingga bahkan Fabregas pun kadangkala harus mengalah dipinggirkan. Atau bagaimana tergantungnya Internazionale terhadap Sneijder sehingga cederanya sang pemain selama beberapa waktu membuat Inter kelimpungan berada di papan tengah klasemen Serie A. Tetapi yang paling membuat shock para penggemar sepakbola adalah kembalinya sang maestro lapangan tengah United, Scholes, dari pensiunnya. Ini mungkin menandakan bahwa pemain senior (bahkan veteran) belum mampu untuk digantikan oleh juniornya, atau memang pelatih memiliki kekhawatiran bahwa keseimbangan dan kekuatan tim akan mengalami penurunan akibat terlalu dininya pelatih mengganti sang pemain senior dan membebankan tugasnya yang berat kepada juniornya.

Namun, pelatih juga harus sadar bahwa mereka harus memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk unjuk gigi dan membuktikan kemampuan mereka. Semakin tua seorang pemain, kondisi fisik jelas berpengaruh. Terkadang pemain tua tidak mampu berduel dengan kondisi fisiknya dalam menghadapi, misalnya, menu latihan pra-musim yang berat, maupun kondisi-kondisi lainnya dan juga perubahan bentuk permainan di lapangan yang selalu berubah dari masa ke masa (lihat saja rekaman-rekaman Liga Inggris dari tahun 90an dan sekarang, dan bandingkanlah). Pelatih harus mempunyai pemain muda yang mumpuni, sehingga ketika waktunya tiba untuk mengganti pemain veteran, pelatih memiliki pilihan yang cukup untuk membangun kembali timnya.

Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk searching mengenai para pemain muda berbakat yang sekiranya mampu menjadi pemain-pemain hebat di kemudian hari, yang pada akhirnya akan membawa penyegaran dalam dunia sepakbola ini. Saya menyusun starting eleven untuk para youngster ini, dan inilah Youngster XI versi saya:

Keeper: David De Gea
De Gea mungkin menjadi kiper muda yang belum berpengalaman dan sering membuat blunder pada musim ini. Kemampuannya untuk mengantisipasi bola-bola lambung masih merupakan kelemahannya selama dia bermain di United. Tetapi cara dia membaca permainan dan cara dia menepis bola dan mengantisipasi shooting para pemain depan lawan merupakan sebuah kredit poin tersendiri dari kiper yang diplot untuk menjadi suksesor Edwin van der Saar ini.

Right Back: Gregory van der Wiel
Van der Wiel mungkin sudah tidak terlalu muda lagi ketika tulisan ini dibuat, tetapi bek kanan Ajax ini akan menjadi pemain besar setidaknya jika dia pindah ke tim yang lebih besar lagi karena potensinya sungguh sangat besar bagi pemain timnas Belanda yang pernah mendapatkan penghargaan Dutch Young Player of the Years di musim 2009-2010 ini.

Center Back 1: Mats Julian Hummels
Hummels juga mungkin sudah tidak lagi muda untuk ukuran seorang pemain, tetapi stopper Borussia Dortmund dan juga pemain timnas Jerman ini sungguh merupakan pemain yang sangat cocok untuk menjadi suksesor Arne Friedrich dan Per Mertesacker di timnas. Tipikal orang Jerman yang besar, penuh power serta tidak mudah dijatuhkan.

Center Back 2: Philip Anthony Jones
Bek Inggris ini masih mencari performa terbaiknya musim ini. Setelah bermain bagus di awal musim bersama United, Jones melembek di paruh musim. Tetapi secara khusus dia adalah calon pemain besar di kemudian hari jika dia mampu setidaknya konsisten tiap musimnya.

Left Back: Davide Santon
Newcastle sungguh beruntung mendapatkan pemain ini. Mantan pemain Internazionale ini menunjukkan bakat alaminya untuk menjadi bek sayap. Dengan usia yang masih muda sehingga bahkan Marcelo Lippi pun terketuk untuk memainkannya di timnas senior pada usia 18 tahun, saya yakin dia akan menjadi pemain hebat di kemudian hari dan menjadi rebutan tim-tim besar.

Center Midfielder 1: Christian Eriksen
Satu lagi bakat hebat yang berasal dari Denmark. Pernah menjadi pemain paling muda dalam turnamen Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pemain yang merumput bersama Ajax ini merupakan pemain yang pandai membaca permainan dan membangun serangan baik lewat tengah maupun dari sayap. Sebuah anugerah bagi klub manapun yang mendapatkannya.

Center Midfielder 2: Mario Gotze
Matthias Sammer sampai harus berkata "One of the best talent that we've ever had" mengenai pemain satu ini. Gotze adalah pemain yang akan membuat perbedaan di setiap pertandingan. Bisa bermain di tengah dan sebagai sayap kanan, para bek lawan harus berhati-hati dan waspada dengan pemain satu ini jika mereka tidak ingin kiper mereka memungut bola berkali-kali dari gawangnya.

Center Midfielder 3: Javi Martinez
Cobalah lewati orang ini dan rasakan takel-takelnya. Kapten timnas Spanyol U-21 di turnamen UEFA U-21 Championship di Denmark ini memiliki postur tubuh setinggi 191 cm yang membuatnya hebat dalam duel-duel udara. Untung saja Barcelona jarang memainkan bola-bola atas, karena tak mungkin bagi Lionel Messi untuk menang duel udara dengan orang satu ini.

Left Wing: Alex Oxlande-Chamberlain
Anda perlu bukti hebatnya orang ini? Lihatlah rekaman pertandingan Arsenal lawan MU tanggal 22 Januari di Emirates Stadium. Sampai-sampai Robin van Persie tampak tidak percaya ketika Oxlade-Chamberlain diganti oleh Andre Arshavin. Pergerakan dan tekniknya yang explosif membuat Oxlade-Chamberlain sangat sulit untuk dihentikan lawan kecuali dengan takel keras. Maka, berhati-hatilah anda dengan takel-takel anda, wahai para bek.

Right Wing: Eden Hazard
Anda pasti gila atau buta jika tidak mengagumi pemain Belgia dan Lille yang satu ini. Berteknik tinggi dan explosif serta kesukaannya untuk bermain di garis pinggir lapangan, bagi saya hanya Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang bisa menandingi teknik bermainnya saat ini. Saya tidak mau berkata banyak tentang pemain ini, search saja di Youtube, dan anda akan mengerti.

Striker: Daniel Sturridge
Jika harus memilih antara Neymar, Welbeck, dan Sturridge, bagi saya Sturridge merupakan striker muda yang terbaik untuk saat ini. Neymar belum membuktikan kemampuannya di level atas kompetisi Eropa, sedangkan permainan Welbeck masih labil. Bagi saya Sturridge mampu berbicara banyak di depan gawang bahkan jika dibandingkan dengan Drogba ataupu Torres. Berteknik tinggi, pencetak gol alami, saya yakin timnas Inggris telah menemukan the next Emile Heskey mereka.

Dan jika mereka semua bermain di satu tim? Ya, hanya Tuhan yang tahu.

Saturday, May 29, 2010

Saatnya Hentikan Kekerasan!

Bagi kelompok Kaus Merah dan militer, perseteruan antar mereka bisa diibaratkan sebagai buah simalakama. Bisa jadi memang akan ada pemenang dalam perseteruan ini, tetapi bagi sebuah bangsa, mereka sebenarnya sedang menuju kepada kekalahan.

Konflik yang terjadi di Thailand sendiri bisa dibilang sebagai lingkaran kekerasan yang tiada ujungnya. Aksi saling balas tidak terelakkan, apalagi ketika kedua pihak sama-sama tidak mau mengalah. Militer dan pemerintah Thailand sendiri beranggapan bahwa pengunjuk rasa telah melakukan hal-hal yang membahayakan keamanan nasional. Karena salah satu tugas militer adalah untuk menjaga keamanan dan karena mereka (militer) memiliki sumber daya dan peralatan untuk melakukannya, wajar bila kemudian mereka bisa menggunakan kekerasan untuk menghadapi demonstran demi mencapai stabilitas nasional.

Sedangkan bagi pengunjuk rasa, mereka harus melawan aparat akibat kesewenang-wenangan militer terhadap mereka sebagai salah satu cara untuk mempertahankan diri dan tujuan yang ingin mereka capai. Kekerasan bagi mereka adalah langkah terakhir yang terpikirkan untuk dilakukan sebagai bentuk pencapaian tujuan ini. Semakin mereka ditekan oleh militer, maka mereka pun akan membalas dengan tidak kalah ganas.

Aksi massa ini sebenarnya ingin memupus kembali munculnya kekerasan yang terjadi dalam politik Thailand. Ada tiga bentuk kekerasan yang ingin dilawan oleh rakyat, yaitu kekerasan secara langsung yang dilakukan oleh aparat terhadap demonstran yang pada akhirnya menimbulkan tindakan balasan, kekerasan struktural yang memandang pemerintahan Thailand semenjak tahun 2006 dipandang kurang demokratis karena berdiri dari peristiwa kudeta militer dan gagal dalam memenuhi tuntutan rakyat, dan juga kekerasan kultural dimana semenjak pemerintahan monarki absolut diakhiri pada tahun 1932 sampai pada tahun 2006, telah terjadi 23 kali kudeta. Rakyat, dalam hal ini kelompok Kaus Merah, sangat tidak ingin hal yang sama terjadi lagi, dan ini membuat mereka berjuang bahkan dengan cara-cara kekerasan sekalipun untuk mencapai tujuannya.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghentikan kekerasan ini? Tentu saja kedua pihak harus sadar bahwa kekerasan tidak akan menimbulkan apa-apa selain kemalangan dan penderitaan. Sudah saatnya para demonstran menggunakan metode nirkekerasan dalam unjuk rasanya. Gene Sharp menyebutkan ada sekitar 198 metode nirkekerasan yang bisa dipakai demonstran dalam unjuk rasa, seperti misalnya melakukan boikot, singing, sit-in, menggalang dukungan internasional, dan hal-hal lainnya tanpa terpancing untuk melakukan kekerasan. Sikap seperti ini lebih efektif untuk mencari dukungan. Jika para demonstran menampilkan wajah simpatik seperti ini, bukan tidak mungkin dukungan terhadap mereka semakin besar. Selain itu, demonstran sendiri harus tegas terhadap orang-orang yang menyusupi aksi damai mereka. Para provokator ini hanya akan merugikan tujuan perjuangan mereka dan akan membuat demonstran hanya seperti kumpulan orang-orang pembuat onar.

Militer Thailand sendiri pun harus segera menghentikan aksi kekerasan yang mereka lakukan. Wajah ganas militer yang menindas rakyat, walaupun mereka berkata bahwa mereka hanya menyerang teroris di dalam para pengunjuk rasa, akan membuat rakyat tidak lagi respek terhadap militer dan akan menyalahkan militer sebagai pihak yang harus disalahkan dalam konflik ini karena dianggap menyalahgunakan wewenangnya dengan menyerang rakyat memakai senjata yang justru notabene dibeli dari pajak rakyat.

Pada akhirnya, hanya kebesaran masing-masing pihak untuk menghentikan sengketa tersebut agar tidak semakin membesar, karena jika tidak demikian, siklus kekerasan akan tetap terjadi dan tidak akan diketahui kapan hal ini akan berakhir.

Membentengi Diri dari Penculikan

Penculikan merupakan tindakan kriminal yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Perbuatan tersebut mencederai kebebasan yang dimiliki oleh manusia, sebab dengan penculikan, korban tidak memiliki kewenangan atas dirinya dan dengan demikian hak-haknya terampas.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab atau alasan seseorang untuk melakukan penculikan. Dari yang memang karena berencana berbuat kriminal, untuk bersenang-senang saja, atau bahkan tidak memiliki alasan khusus tertentu yang menjadi tujuannya melakukan penculikan tersebut. Penculik sendiri tidak selalu orang waras yang berbuat karena dorongan mendapatkan uang tebusan atau memang bahkan berencana melakukan human trafficking, tetapi banyak juga yang bertindak karena tidak memiliki kesadaran diri dalam perbuatannya karena didorong oleh naluri semata. Pendek kata, banyak sekali alasan yang melegitimasi seseorang melakukan penculikan tanpa harus menggeneralisasi apa alasan perbuatannya.

Tetapi mari kita lihat sisi positifnya dalam kasus-kasus penculikan yang marak terjadi di Indonesia belakangan ini, atau bahkan tahun-tahun yang lalu. Kasus penculikan menjadi semacam cambuk yang bagus untuk menyadarkan dan membuat masyarakat berpikir akan pentingnya keamanan diri sendiri. Sebuah masyarakat dan civil society yang baik akan merespon peristiwa ini dengan sebaik-baiknya agar hal yang sama tidak lagi terjadi. Pertahanan diri yang dibangun dari tingkat yang paling rendah, yaitu keluarga, akan menjadi sebuah benteng bagi setiap serangan terhadap hak asasi manusia tersebut.

Dalam keluarga, benteng harus dibangun sedemikian rupa untuk menjaga sebuah hubungan antara anak dan orang tua. Kunci yang paling penting dalam hal ini adalah komunikasi. Orang tua tidak perlu mengawasi anak-anaknya dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, tetapi cukup membangun sebuah komunikasi yang bagus dengan anak-anaknya, maka hal ini bisa meminimalisir terjadinya kejahatan tersebut. Pengawasan terhadap anak merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang tua, tetapi tentu saja tanpa harus mengekang anak dalam berkreasi dan belajar menghadapi kehidupan itu sendiri.

Sisi positif yang lain adalah kasus-kasus tersebut “memaksa” masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam merespon setiap perubahan zaman. Zaman yang bergerak cepat membuat masyarakat, dari desa pelosok sampai ke kota besar, membuat masyarakat menjadi lebih waspada dalam menghadapi ancaman-ancaman tertentu yang mengganggu eksistensinya. Sebuah masyarakat yang sangat komunal sangat lebih baik daripada masyarakat yang individualis karena orang-orang yang menjadi bagian dalam masyarakat tersebut akan saling menjaga satu sama lain dan menjadi benteng kedua dari tindakan-tindakan kriminalitas tersebut

Akhirnya, jika penculikan telah terjadi dan tentu saja karena memang kita tidak mampu meramalkan kapan hal tersebut terjad, peran keluarga, masyarakat, dan profesionalitas pihak yang berwenang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran terhadap kemanusiaan ini.

Skor 7-2

7-2. Angka yang seperti skor pertandingan sepakbola itu seakan-akan menunjukkan, Pansus Century adalah sebuah persaingan politik dan kepentingan, bukan sebuah kebersamaan profesional dalam mengusut kasus tersebut. Apakah demikian adanya?

Pansus dibentuk berdasarkan respon terhadap tuntutan untuk mengusut dugaan penyelewengan yang terjadi di dalam kebijakan bail out Bank Century. Tentu saja apabila Pansus Century berisikan orang-orang independen yang tidak terkait dengan partai politik tertentu, mungkin akan muncul pandangan obyektif terhadap kasus tersebut tanpa ada tendensi politis tertentu. Namun karena Pansus Century berisikan orang-orang yang berasal dari partai politik berbeda yang juga punya kepentingan berbeda pula, independensinya memang patut dipertanyakan.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa kemudian tujuh fraksi Pansus menyatakan ada penyimpangan dalam kebijakan bail out, namun hanya dua partai, Partai Demokrat dan PKB yang berkata tidak. Demokrasi memang menghormati adanya perbedaan pendapat, namun jangan lupakan bahwa politik adalah arena yang penuh dengan kepentingan. Isu bahwa masuknya Golkar dalam golongan fraksi yang menyatakan adanya penyimpangan, bukan tidak mungkin ada hubungannya dengan permusuhan antara Aburizal Bakrie dan Sri Mulyani. PDIP, di lain pihak bertindak sebagai partai yang memilih jalan oposisi, bukan tidak mungkin juga ingin “balas dendam” karena kekalahan Megawati Soekarnoputri dalam Pemilu Presiden 2009. Partai Demokrat sebagai partai pemerintah tentu memiliki kepentingan mengamankan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebab terlepas dari benar tidaknya ada aliran dana ke tim kampanye SBY-Boediono, jika kebijakan bail out ini merupakan kebijakan yang salah dan merugikan negara, kasus ini bisa saja menyeret Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke dalam proses pemakzulan terhadap dirinya. Pendek kata, sikap fraksi-fraksi di dalam Pansus bisa jadi hanyalah tarik ulur kepentingan saja untuk mendapatkan keuntungan dan posisi dari permasalahan Bank Century ini.

Jika semua isu itu ternyata benar, kredibilitas Pansus Century memang patut dipertanyakan. Namun hal ini tentu harus menjadi dorongan bagi Pansus untuk menunjukkan bahwa dirinya bekerja untuk rakyat secara obyektif tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik sesaat yang jelas-jelas akan merugikan rakyat pada umumnya. Pansus Century harus berani mengatakan hal yang benar jika memang ada kesalahan dalam kebijakan bail out tersebut, apapun konsekuensinya.

Yang penting di sini adalah mau dibawa kemana arah Pansus Century ini selanjutnya. Pertaruhan politiknya sangat besar bagi partai-partai anggota Pansus. Jika mereka salah melangkah atau membuat keputusan, pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilainya. Masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar politik, dan jika keputusan Pansus ataupun fraksi-fraksi di dalamnya tidak berdasarkan obyektivitas terhadap kasus ini dan hanya mementingkan golongannya saja, bukan tidak mungkin parlemen jalananlah yang nantinya akan bergerak menyelesaikan permasalahan ini.

Eksotisme Batik

Pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai hasil budaya Indonesia masih harus terus diperjuangkan dan dilindungi agar tidak kembali menimbulkan permasalahan di kemudian hari, apalagi ketika negara jiran Malaysia mempersoalkan keputusan tersebut. Dengan dalih bahwa bukan hanya Indonesia saja yang memiliki batik, pihak Malaysia akan mempelajari keputusan UNESCO itu lebih lanjut.

            Hal ini menimbulkan spekulasi, akankah pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan UNESCO tersebut akan menempuh jalur atau memanfaatkan celah lain untuk mengakali pengakuan internasional tersebut demi kepentingan mereka sendiri? Hal ini harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah Indonesia di masa depan mengenai betapa pentingnya membarikade kebudayaan Indonesia dari klaim-klaim negara lain, melanjutkan usaha untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia termasuk dengan mencari pengakuan dari dunia internasional terhadap khazanah budaya Indonesia, dan memetik manfaat dari budaya bangsa itu sendiri demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

            Di sisi lain, pengakuan internasional itu berdampak positif terhadap hubungan Indonesia dengan negara lain. Dengan adanya pengakuan tersebut, dunia internasional mengetahui dengan pasti bahwa produk batik merupakan milik Indonesia. Hal ini harus dimanfaatkan dengan efektif, baik dari segi ekonomi maupun dalam segi politik internasional.

            Dari segi ekonomi, pengakuan terhadap batik ini harus dibarengi dengan usaha nyata dalam industri batik yang lebih luas. Peningkatan ekspor batik ke luar negeri merupakan sebuah awal yang bagus mengingat masyarakat internasional sangat antusias dengan batik sebagai produk busana yang memiliki filosofi sangat mendalam. Industri batik harus terus didorong dan diupayakan untuk mendapatkan modal usaha yang relatif mudah agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan mendapat tempat yang lebih luas di pasaran internasional.

            Dari segi politik internasional, eksotisme batik bisa menjadi propaganda yang sangat menguntungkan bagi Indonesia, terutama dalam diplomasinya terhadap negara lain. Keberadaan batik bisa digunakan untuk menunjukkan betapa tingginya nilai budaya Indonesia, sehingga citra Indonesia di mata internasional akan dipandang sangat tinggi sehingga dengan demikian akan menguntungkan bagi pencapaian national interest atau kepentingan nasional di berbagai bidang yang lain. Soft power berbentuk kebudayaan inilah yang seharusnya lebih dikembangkan lagi untuk menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan berbudaya mengingat dewasa ini citra Indonesia tercoreng sebagai negara yang rawan dengan aksi kekerasan etnis, radikalisme, dan terorisme.

            Pada akhirnya, bukan hanya batik, tetapi khazanah kebudayaan Indonesia lain seperti keris, angklung, ulos, tari pendet, dan lain sebagainya harus juga diupayakan untuk mendapatkan pengakuan internasional sehingga bukan negara lain seperti Malaysia yang memetik manfaat dari keberadaan hasil budaya kita, tetapi kita sendirilah yang akan menikmati hasilnya.

Monday, March 15, 2010

Panduan Cara Menghadapi Gempa (a la Danis)

Banyaknya gempa yang melanda Indonesia membuat was-was... was-was karena tidak bisa diprediksi kapan... jadi andaikata ada gempa kita pasti panik... berikut adalah kiat menghadapi gempa, baik untuk preventif, pada saat kejadian , maupun setelahnya... nah, beberapa tips di sini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan data empiris yang faktual dan bisa dipertanggung jawabkan... walaupun tentu saja pada akhirnya tergantung dari Yang Di Atas... jadi saya tidak bertanggung jawab ya...


A. Cara Preventif Sebelum Gempa:

karena gempa tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, kita harus siap dengan segala kemungkinan. beberapa hal ini harus diperhatikan untuk bisa menghindari kemungkinan terburuk dan usaha-usaha penyelamatan diri setelahnya:

1. hindari berada di dalam bangunan -- sebaiknya anda beraktivitas, sekolah, masak, mandi, mencuci, belajar, pacaran, dsb di alam terbuka. selain lebih sejuk (kecuali kalo siang hari jam 1), ini juga membuat anda belajar menghargai privasi...

2. hindari berada di keramaian -- keramaian sangat tidak menolong ketika terjadi gempa. percayalah, anda akan ikut panik walaupun anda sendiri tidak panik. keuntungannya cuma satu: berharaplah anda dipeluk wanita cantik yang panik karena berusaha menyelamatkan diri... (jangan lupa pakai parfum yang wangi biar si doi tidak kabur. selanjutnya terserah anda)

3. hindari berada di lantai dua ke atas -- selain susah menyelamatkan diri, lantai dua ke atas tidak aman untuk ditinggali. percayalah, keuntungan tinggal di lantai 2 ke atas hanyalah, anda bisa memata-matai rumah tetangga anda dari jauh tanpa ketahuan, tapi kalau gempa, anda akan sangat kesulitan.

4. hindari berada di kamar mandi terlalu lama -- usahakan mandi tidak lebih dari 2 menit. pakailah air secukupnya. selain untuk mencegah global warming, ini untuk memberi anda pelajaran hidup. masih banyak saudara kita di NTT yang kesulitan air. 1 liter untuk 10 liter. negara sudeka merdeka, tapi masih kekurangan air?? ckckck... negara apa ini?

5. jika harus berada di kamar mandi/ WC lama -- mandilah dengan memakai celana (hanya disarankan untuk pria. untuk wanita [karena saya tidak tahu anatomi tubuh mereka], pikirkan pakaian apa yang bisa anda pakai). setidaknya ketika gempa terjadi, dan anda harus keluar rumah, anda tidak harus telanjang. jangan pakai handuk, trus keluar rumah! ingat, UU Anti pornografi dan pornoaksi. anda tidak mau ditangkap polisi, bukan? oh ya, kalau anda buang air besar, usahakan 30 detik selesai. anda tidak ingin kalau... (bayangke dhewe waelah)...

6. taruhlah keset di depan kamar mandi -- biar anda bisa meniriskan air di kaki anda. anda tidak mau kepleset ketika berlari ke pintu luar.

7. pakailah selalu helm walau di dalam rumah -- anda tidak mau kepala anda tertimpa plafon, bukan?

8. pakailah sepatu kets dimanapun di dalam rumah, waktu tidur sekali pun -- sepatu kets anti slip, sigap, dan nyaman untuk dipakai berlari. jangan pakai high heel, selain susah makainya, jalan pun susah (njuk ngopo diciptakan?)

9. waktu kuliah, usahakan anak-anak yang berukuran kecil berada di dekat pintu, yang besar-besar jarak yang agak jauh -- preventif, anda tidak mau pintu dijejali oleh rombongan orang berbadan gedhe.

10. menyambung nomor 10, dietlah -- berbadan kecil mudah selamat. percayalah. bila terjadi gempa, paling tidak masih muat di kolong meja.

11. timbunlah bahan makanan yang banyak dan tahan lama -- biar ada persediaan makanan.



B.Ketika Gempa Terjadi:

hanya satu: Jangan panik! Yakinkanlah dirimu bahwa peristiwa yang terjadi adalah gempa, dan bukan fenomena hantu yang sedang mengguncang tempat tinggal anda gara-gara anda pipis di tempat mereka sedang gentayangan. Keluarlah ke tempat yang lebih aman. bawa anggota keluarga kalian, dan tak perlu membawa koleksi VCD Miyabi kalian. bawalah hape buat komunikasi dengan keluarga di luar kota. itupun kalau ada sinyalnya.


C. Setelah gempa terjadi
1. Amankanlah anggota badan anda. check semuanya apakah masih utuh atau ada yang lupa dibawa. hah??? (ngeri tenan)
2. amankan keluarga anda. mereka paling berharga.
3. check sekali lagi, apakah itu benar-benar gempa atau gangguan hantu, atau bahkan halusinasi anda. anda tidak mau dianggap orang gila dan tidak waras oleh orang-orang di sekitar anda.


NB: pada akhirnya, berdoalah sebelum dan sesudah gempa, apapun agama anda. Ini untuk preventif hal yang tidak bisa dihindarkan, karena Tuhan akan senang ketika anda ingat kepada-Nya pada saat terakhir anda. bila anda seorang atheis, cobalah berdoa, walaupun sulit terucap. jika anda mati waktu gempa, setidaknya jika Tuhan itu ada, anda pernah berdoa kepada-Nya. Jika tidak ada, maka berbahagialah anda.


Ada tambahan saran lagi??? atau kritik saran?? semua untuk kebaikan bersama. selamat dicoba.

Monday, February 15, 2010

John Terry... Sebuah Permenungan...

Vanessa Perroncel memang luar biasa. Orang tua tunggal mantan pacar Wayne Bridge itu berhasil meluluhlantakkan komitmen dan kesetian John Terry terhadap istrinya, Toni Poole. Walaupun kita takkan pernah tahu apa sebenarnya yang terjadi, apakah Terry atau Perroncel yang pertama kali memulai, tetapi yang pasti, perbuatan sang skipper itu harus mendapatkan hukuman dengan dicopotnya ban kapten timnas Inggris dari lengannya. Rio Ferdinand pun kejatuhan durian runtuh mendapatkan ban kapten tersebut.

Terry lahir di Barking, Inggris Timur, tanggal 7 Desember 1980. Penghargaan-penghargaan sebagai seorang pemain pernah dia terima, seperti Best UEFA Champions League Defender tahun 2005 dan 2008. Dia pun kapten Inggris sejak tahun 2005 sampai 2010. Pertama kali saya tahu tentang John Terry adalah saat saya bermain Football Manager 2005. Kala itu saya mengamati bahwa dia adalah seorang pemain Chelsea, namun juga penggemar Manchester United. Dalam game, saya berhasil memboyongnya ke Old Trafford gara-gara hal tersebut. Sayang, di kenyataan, mungkin butuh keajaiban dia mau pindah dari Stamford Bridge ke Old Trafford.

Terry, sama seperti banyak pemain Inggris lainnya, mendapatkan sorotan yang lebih besar daripada pemain sepakbola dari negara lain. Apalagi sebagai seorang kapten, sorotan terhadap dirinya lebih besar lagi. Dia adalah nahkoda yang membawa permainan tim dalam pertandingan. Seorang kapten tidak boleh bermain buruk atau melakukan kesalahan sedikit pun. Dari sebelas pemain di lapangan, yang 10 lainnya boleh saja bermain seperti pemain tarkam, tapi sebagai kapten, dia harus bermain layaknya dewa. Di luar lapangan pun dia tidak boleh melakukan kesalahan. Dia harus memiliki kehidupan yang "beres". Itulah mengapa Franz Beckenbauer bisa disebut Der Kaiser karena selain kepemimpinannya di lapangan yang luar biasa, kehidupan di luar lapangan pun bagus.

Itulah yang tidak dimiliki oleh John Terry. Kepemimpinannya di lapangan tidak diragukan lagi. Dia disegani kawan maupun lawan. Banyak yang bersimpati kepadanya ketika dia gagal mengeksekusi penalti pada final Liga Champions antara Chelsea melawan MU. Tetapi kali ini, tidak banyak yang bersimpati kepadanya. Publik Inggris seakan menghakiminya, menjadikan perselingkuhannya dengan Perroncel sebagai berita utama sekaligus aib nasional karena sang kapten yang harusnya sebagai dewa, ternyata juga manusia. Tentu publik sepakbola Inggris patut kecewa dengan kelakuan sang kapten. Sebagai seorang panutan (dan seharusnya Terry tahu itu), dia tidak seharusnya melakukan hal-hal di luar norma-norma yang berlaku.

Salahkah Terry? Secara moral, mungkin dia salah. Namun jangan lupa, kadang kita memberikan standar tertentu terhadap kehidupan ini, terhadap orang lain. Jika orang lain melakukan kesalahan besar, kita akan berusaha untuk menghancurkannya. Kita akan menyalahkannya seakan-akan dia sampah. Apalagi jika dia adalah orang yang berada di atas, orang penting, atau seorang pemimpin.

Seorang pemimpin tidak boleh sama sekali melakukan kesalahan. Seorang pemimpin harus selalu melakukan hal-hal yang benar. Seorang pemimpin harus bisa menjadi panutan bagi banyak orang yang dipimpinnya, harus mampu memimpin dalam kondisi apapun, kalau perlu dia harus mau berkorban, bersedia menanggung dan dihukum karena kesalahan anak buahnya. Begitulah nasib seorang pemimpin, karena untuk itulah dia disebut pemimpin.

Namun kita seakan-akan lupa bahwa kita juga adalah orang-orang dengan segala kesalahan. Bukan tidak mungkin kita juga melakukan kesalahan-kesalahan yang jauh lebih besar daripada yang John Terry lakukan.

Kita juga lupa, bahwa kita hampir selalu menarik kesimpulan tanpa melihat ke dalam diri kita sendiri. Seperti kata pepatah: Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak. Kita selalu bisa melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, tetapi melupakan realita bahwa kita juga bisa saja melakukan kesalahan yang sama, sebab mungkin kita tidak lebih baik daripadanya. Kita bisa saja berada dalam posisi John Terry sekarang, bisa saja dipersalahkan sama seperti dirinya.

Kita juga sering melupakan keberhasilan orang lain, prestasinya, atau pencapaiannya. Kita selalu membanggakan milik kita, tapi mencemooh atau mencari-cari kesalahan orang lain jika pencapaian mereka lebih daripada kita. Saat yang lalu mungkin John Terry berada di atas, dan musuh-musuhnya selalu mencari kesalahan-kesalahannya. Kini, musuh-musuhnya (termasuk pers dan media massa) melihat celah itu, dan menggunakannya sebagai jalan untuk menghancurkan Terry. Dan bisa jadi, besok ketika mungkin Inggris menjadi juara Piala Dunia 2010, orang-orang inilah yang akan pertama kali mendekatinya, memberi selamat kepadanya, seakan-akan merekalah yang paling berjasa karena kesuksesan Inggris.

Saya tidak membela John Terry, pun juga tidak membenarkan apa yang dia lakukan. Saya hanya berkata, hal yang sama mungkin saja bisa terjadi kepada kita, hal yang sama bisa saja kita lakukan. Kesalahan yang Terry perbuat bisa saja kita lakukan, bisa saja kita jatuh pada lubang yang sama dengannya, dan masih pantaskah kita menghakimi seseorang John Terry jika kita mungkin sama busuknya dengan dia?

Atau jangan-jangan, kita ini memang makhluk yang munafik...