7-2. Angka yang seperti skor pertandingan sepakbola itu seakan-akan menunjukkan, Pansus Century adalah sebuah persaingan politik dan kepentingan, bukan sebuah kebersamaan profesional dalam mengusut kasus tersebut. Apakah demikian adanya?
Pansus dibentuk berdasarkan respon terhadap tuntutan untuk mengusut dugaan penyelewengan yang terjadi di dalam kebijakan bail out Bank Century. Tentu saja apabila Pansus Century berisikan orang-orang independen yang tidak terkait dengan partai politik tertentu, mungkin akan muncul pandangan obyektif terhadap kasus tersebut tanpa ada tendensi politis tertentu. Namun karena Pansus Century berisikan orang-orang yang berasal dari partai politik berbeda yang juga punya kepentingan berbeda pula, independensinya memang patut dipertanyakan.
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa kemudian tujuh fraksi Pansus menyatakan ada penyimpangan dalam kebijakan bail out, namun hanya dua partai, Partai Demokrat dan PKB yang berkata tidak. Demokrasi memang menghormati adanya perbedaan pendapat, namun jangan lupakan bahwa politik adalah arena yang penuh dengan kepentingan. Isu bahwa masuknya Golkar dalam golongan fraksi yang menyatakan adanya penyimpangan, bukan tidak mungkin ada hubungannya dengan permusuhan antara Aburizal Bakrie dan Sri Mulyani. PDIP, di lain pihak bertindak sebagai partai yang memilih jalan oposisi, bukan tidak mungkin juga ingin “balas dendam” karena kekalahan Megawati Soekarnoputri dalam Pemilu Presiden 2009. Partai Demokrat sebagai partai pemerintah tentu memiliki kepentingan mengamankan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebab terlepas dari benar tidaknya ada aliran dana ke tim kampanye SBY-Boediono, jika kebijakan bail out ini merupakan kebijakan yang salah dan merugikan negara, kasus ini bisa saja menyeret Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke dalam proses pemakzulan terhadap dirinya. Pendek kata, sikap fraksi-fraksi di dalam Pansus bisa jadi hanyalah tarik ulur kepentingan saja untuk mendapatkan keuntungan dan posisi dari permasalahan Bank Century ini.
Jika semua isu itu ternyata benar, kredibilitas Pansus Century memang patut dipertanyakan. Namun hal ini tentu harus menjadi dorongan bagi Pansus untuk menunjukkan bahwa dirinya bekerja untuk rakyat secara obyektif tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik sesaat yang jelas-jelas akan merugikan rakyat pada umumnya. Pansus Century harus berani mengatakan hal yang benar jika memang ada kesalahan dalam kebijakan bail out tersebut, apapun konsekuensinya.
Yang penting di sini adalah mau dibawa kemana arah Pansus Century ini selanjutnya. Pertaruhan politiknya sangat besar bagi partai-partai anggota Pansus. Jika mereka salah melangkah atau membuat keputusan, pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilainya. Masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar politik, dan jika keputusan Pansus ataupun fraksi-fraksi di dalamnya tidak berdasarkan obyektivitas terhadap kasus ini dan hanya mementingkan golongannya saja, bukan tidak mungkin parlemen jalananlah yang nantinya akan bergerak menyelesaikan permasalahan ini.
No comments:
Post a Comment