Ini cuma fiksi, tapi ini adalah kisah favorit dari saya yang selalu saya ceritakan kepada semua orang yang menyembah Tuhan...
***
Alkisah zaman dahulu kala ketika bumi masih muda dan agama-agama besar di dunia belum muncul, tersebutlah sebuah suku di pedalaman yang jauh dari daerah manapun yang merupakan penyebaran agama, memuja dewa mereka... Dalam kehidupan mereka, mereka punya hukum yang mereka yakini berasal dari dewa mereka, dan hukum itu adalah:
1 bunuhlah musuhmu, dan kau akan mendapatkan berkah
2 habisi musuhmu dan perkosa sebanyak mungkin wanita-wanita dari musuhmu, dan kau akan masuk surga
3 jangan berikan belas kasihan kepada sesamamu
4 dsb...
Bagi mereka, apa yang dianggap jahat di masa sekarang, adalah sesuatu yang harus dilakukan demi kehormatan mereka, kehebatan, dan iman mereka. Semakin engkau melakukan segala hal tersebut, semakin engkau akan masuk surga.
Sampailah saat Tuhan menurunkan kiamat atas dunia, dan Dia menggelar pengadilan terakhir. Di depan Tuhan, di samping kanan-Nya, adalah orang-orang yang menyembah Dia, yang memujinya, yang berlaku adil dan menggenapi semua perintah-Nya, orang-orang beragama. Di samping kiri-Nya, adalah orang-orang dari suku tersebut.
Malaikat membacakan tuduhan. Kepada umat beragama, diputuskan bahwa mereka akan masuk ke dalam surga, sedangkan bagi seluruh suku tersebut, mereka akan masuk ke neraka.
Tiba-tiba terjadi kegaduhan. Semua orang suku tersebut marah. Mereka merasa diperlakukan tidak adil.
"Kenapa kami masuk neraka?" seru mereka.
"Karena kamu semua telah berbuat jahat. Kalian telah membunuh, memperkosa perempuan dan anak-anak, dan tiada belas kasih di antara kalian."
"Ini tidak adil!" kata mereka. "Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. Dewa telah menyuruh kami berbuat seperti itu untuk kehormatan kami dan kebaikan jalan hidup kami!"
"Dewa kalian tidak ada. Hanya Tuhanlah yang ada," jawab malaikat. "Tuhan dan agama-Nya serta hukum-Nyalah yang berlaku."
Salah satu dari mereka berkata, "Lantas, KENAPA TUHAN DAHULU TIDAK DATANG KEPADA KAMI?! Kenapa Dia tidak datang kepada kami, menyadarkan kami, dan mengajarkan kami agama-Nya, hukum-Nya? Kenapa Dia hanya mengajarkannya kepada orang-orang di sebelah kami itu? Kami tidak mengenal Dia sampai sekarang ini. Yang kami tahu adalah DEWA kami! Kami tidak pernah mengenal-Nya! Dan sekarang kami dipersalahkan karena tidak mematuhi hukum yang BAHKAN KAMI SENDIRI TIDAK MENGETAHUI DAN TIDAK PERNAH MENDENGARNYA!"
Para umat beragama di sisi lain berteriak lantang," Mereka harus dihukum! Jika Tuhan tidak menghukum mereka, untuk apa Tuhan ada? Tuhan tidak akan mengkhianati hukum dan perkataan-Nya sendiri, oleh karena itu mereka harus dihukum, tak peduli apa yang terjadi, mereka telah melanggar semua hukum Tuhan!"
...
Lantas, apa keputusan Tuhan?
No comments:
Post a Comment