Hebatnya lagi, keajaiban cinta dirayakan secara khusus. Sejak tahun 496 Masehi, ketika Paus Gelasius I menetapkan bahwa tanggal 14 Februari adalah pesta Santo Valentine, sejak saat itulah muncul tradisi untuk saling bertukar bingkisan, bunga, atau kartu ucapan untuk menunjukkan ekspresi cinta antar kekasih, atau antara anak dan orang tuanya, dan sebagainya. Hanya saja, dalam perkembangannya, momen yang sebenarnya digunakan untuk merayakan cinta kasih ini, tidak mendapatkan dukungan dari segala pihak. Di India misalnya, kelompok Hindu fundamentalis Shiv Sena akan melakukan sweeping terhadap pasangan yang kedapatan berduaan atau sekedar bergandengan tangan, dan kemudian menikahkan mereka di tempat. Di Arab Saudi, dengan anggapan bahwa hal itu adalah perayaan Kristiani, pemerintah Saudi melarang penjualan benda-benda yang melambangkan perayaan Valentine. Di Pakistan juga sama, dengan anggapan Valentine adalah "a shameful day. The people in the West are just fulfilling and satisfying their sex thirst". (en.wikipedia.org/wiki/Val
Cinta memang menjadi sebuah hal yang aneh untuk dibicarakan, bahkan dinyanyikan. Kebanyakan lagu-lagu yang beredar di masyarakat, baik itu lagu Indonesia maupun lagu-lagu mancanegara, semuanya berbicara mengenai cinta. Banyak juga novel-novel, karya sastra, puisi, dan sebagainya berbicara mengenai cinta. Begitu berartinya cinta dalam hidup manusia?
Mungkin saja. Mungkin tidak ada hal sekuat cinta yang bisa dialami oleh manusia. Cinta mungkin mengatasi kejahatan dan kebatilan. Lord Voldemort takluk karena cinta ibu Harry Potter melindunginya dari Kutukan Maut. Sailor Moon pun selalu berteriak lantang sebelum menghadapi lawan-lawannya,"Demi cinta dan keadilan, Sailor Moon!" Bahkan Ti Pat Kai pun selalu mengulang kata-kata yang sama,"Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir." menunjukkan bagaimana berartinya (atau dalam kasus Pat Kai, "beratnya") cinta itu jika dirasakan oleh manusia.
Kisah-kisah cinta klasik pun sebenarnya menunjukkan bahwa cinta bisa merubah jalur hidup seseorang. Taruhlah seperti yang dilakukan oleh Romeo dan Juliet. Demi cintanya, mereka rela untuk melakukan apa saja untuk bersatu. Sayang, tragedi memisahkan mereka. Jika saja Romeo tidak menenggak racun yang membuat Juliet mengakhiri hidupnya dengan menusuk dadanya dengan pisau, bisa jadi persatuan cinta keduanya akan membuat perseteruan antara Montague dan Capulet berakhir. Cinta yang terburu-buru, tidak rasional, dan penuh emosi malah akan berbalik dan menyengsarakan orang yang mengalaminya.
Banyak kejadian yang sama dengan Romeo dan Juliet. Karena perbedaan-perbedaan tertentu, cinta yang seharusnya bisa menjadi persatuan antara dua orang, malah menjadi masalah. Entah itu perbedaan kelompok, atau perbedaan agama, atau suku, atau apapun itu. Dan terkadang penyelesaiannya tidak rasional. Saya jadi teringat kisah nyata yang saya baca di Majalah Femina bertahun-tahun lalu mengenai dua orang pasangan yang menenggak racun karena tidak direstui orang tuanya. Tentu kita tidak pernah menginginkan hal yang sama terjadi, tetapi tidak ada yang pernah tahu, karena sekali lagi, cinta itu ajaib. Dia mampu memaksa manusia bertindak tidak rasional, karena manusia yang sedang dimabuk asmara, bahkan hal yang tidak rasional sekalipun mereka anggap rasional. For love, we'll do anything...
Masih banyak yang bisa dilakukan untuk mengenang cinta, termasuk dengan merayakan hari Valentine. Namun jangan lupa juga, dibalik kegembiraan cinta, mengintai dari sudut gelap, kesakitan dan ketakutan, kegalauan dan kegundahan. Seperti kata pepatah: Cinta adalah perangkap, ketika ia datang kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya....
Selamat Valentine bagi Anda yang merayakannya.